Nama penuh Iwan Fals ialah Virgiawan Listanto. Iwan Fals dilahirkan di Jakarta pada tanggal 3 September 1961. Ia adalah seorang penyanyi beraliran balada yang menjadi salah satu legenda hidup di Indonesia. Nama ibu Iwan ialah Lies dan nama bapaknya ialah Haryoso. Iwan menikahi Rosanna dan mempunyai anak bernama Galang Rambu Anarki, Annisa Cikal Rambu Basae, dan Rayya Rambu Robbani.
Iwan sering memotret suasana sosial kehidupan di Indonesia di dalam lagu-lagunya. Kritik atas perilaku sekelompok orang seperti lagu Wakil Rakyat dan Tante Lisa, empati bagi kelompok marginal seperti lagu Siang Seberang Istana dan Lonteku, atau bencana besar yang melanda di Indonesia, mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya.
Selain menyanyi, Iwan juga aktif di kegiatan olahraga. Berdasarkan kajian yang saya lakukan di internet, dia pernah meraih gelar Juara II Karate Tingkat Nasional, Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989, sempat masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah Tinggi Publisistik). Iwan juga sempat menjadi kolumnis di beberapa tabloid olahraga.
Pada minggu yang lalu, dalam kelas Bahasa Indonesia, saya bersama teman-teman yang lain telah berkesempatan untuk mendengar lagu Iwan yang bertajuk Pesawat Tempur. Kami telah berdiskusi tentang kandungan dan maksud lirik lagu ini. Lagu ini sungguh menarik bagi saya. Berikut merupakan lirik lagu Pesawat Tempur yang dinyanyikan oleh Iwan Fals itu.
Waktu kau lewat aku sedang mainkan gitar
Sebuah lagu yang kunyanyikan tentang dirimu
Seperti kemarin kamu hanya lemparkan senyum
Lalu pergi begitu saja bagai pesawat tempur
Hei... kau yang manis singgahlah dan ikut bernyanyi
Sebentar saja nona, sebentar saja hanya sebentar
Rayuan mautku tak membuat kau jadi galak
Bagai seorang diplomat ulung engkau mengelak
Kalau saja aku bukanlah sudah kupacari kau
Jangan bilang tidak, bilang saja iya...
Iya lebih baik daripada kau menangis
Penguasa...penguasa...
berilah hambamu uang
Beri hamba uang 2x
Oh.. ya andaikata dunia tak punya tentara
Tentu tak ada perang yang makan banyak biaya
Oh...ya andaikata tak punya tentara
Tentu tak ada perang yang makan banyak biaya
Oh... ya andaikata dana perang buat diriku
Tentu kau mau singgah bukan cuma tersenyum
Kalau hanya senyum yang engkau berikan
Westerling pun tersenyum
Oh... singgahlah sayang ...pesawat tempurku
Mendarat mulus didalam sanubariku
Menurut saya, Iwan Fals menyanyikan lagu ini untuk menyampaikan pesan kepada pendengar. Dia menyamakan seorang perempuan dengan sebuah pesawat terbang. Dia juga secara tidak langsung mengkritik pemimpin yang sibuk berperang. Baginya, lebih baik dana perang itu diberi kepadanya supaya dia dapat memikat hati perempuan itu. Saya rasa lagu ini agak lucu dan rentaknya menghiburkan sekali (=

Bunyi Iwan Fals suka pada orang menarik. Apakah dia adalah seorang penyanyi populer? Di mana anda mendapat seluruh informasi ini dari? Lagu Iwan Fals itu berbunyi lucu.
ReplyDelete