Friday, September 18, 2009

mimpi buruk di siang hari )=


Pada tanggal 8 Mei 2009, rumahku telah dilanda satu musibah. Rumahku telah terbakar. Ia Ini merupakan suatu pengalaman yang tidak mungkin akan aku lupakan sampai kapan pun. Maklum, seperti mana yang diketahui banyak orang, pabila sesuatu kebakaran berlaku, banyak perkara yang harus diperbetulkan.

Hari itu merupakan hari yang terang dan cerah. Namun, tiba-tiba, ketika aku sedang tidur, kedengaran satu bunyi letupan yang sangat kuat. Lalu aku pun bangun dari tidur. Kakak aku yang sedang berada di dapur menjerit. Aku pun cepat-cepat turun ke tingkat bawah dan kelihatan percikkan api di layar-layar TV. Aku dan kakakku mulai merasa panik lalu terus keluar dari rumah. Aku sempat mengambil kunci mobil dan telepon keluar. Dengan cepat, aku pun memencet nomor pemadam kebakaran. Kemudian, aku menelepon ibu dan bapak aku untuk menceritakan apa yang telah berlaku kepada rumah kami. Lantas, aku dan kakak aku pun pergi ke rumah jiranku sementara menunggu pasukan pemadam kebakaran sampai.

Beberapa menit kemudian, pihak bomba pun tiba di tempat kejadian. Api telah merebak dengan cepat sekali di bagian depan rumah aku. Sementara itu, Ibu dan Bapak pun pulang dari tempat kerja. Jelas sekali mereka merasa amat terkejut sekali melihat asap terkepul-kepul di udara. Namun begitu, kami bersyukur kehadirat ilahi karena tiada siapa yang terkorban atau tercedera dalam kejadian ini. Akhirnya api pun dapat dipadamkan.


Lantas setelah api dapat dipadamkan, kami pun masuk ke dalam rumah untuk melihat apa yang telah terjadi. Kelihatan ruang tamu rumahku ranap dengan dasyat sekali. TV, lampu, kipas dan lain-lain hancur. Malah dinding dan langit-langit semuanya menjadi hitam.




Semenjak hari itu, kami pun bergotong-royong membersihkan rumah. Banyak pekerjaan yang harus dilakukan bagi memperbetulkan kembali rumah kami ini. Semua proses ini mengambil masa kira-kira dua bulan. Di kesempatan ini juga, saya ingin mengucapkan jutaan terima kasih kepada semua yang membantu dan memberi sokongan kepada saya dan keluarga saya dalam menghadapi masalah ini.







No comments:

Post a Comment